Daftar artikel >Cara Beli Saham Amerika dari Indonesia 2026: Panduan Lengkap untuk Investor Indonesia

Cara Beli Saham Amerika dari Indonesia 2026: Panduan Lengkap untuk Investor Indonesia

2026-07-28 12:43:07

Last updated: 28 Juli 2026

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk edukasi, bukan nasihat investasi, pajak, hukum, atau keuangan. Saham AS, ETF, crypto, USDT, saham token, dan aset RWA memiliki risiko. Selalu lakukan riset sendiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan, konsultan pajak, atau pihak profesional sebelum mengambil keputusan.

Investor Indonesia yang ingin membeli saham Amerika pada 2026 punya tiga jalur utama.

Pertama, membuka akun broker internasional seperti Interactive Brokers. Kedua, menggunakan aplikasi lokal yang menyediakan akses ke saham AS. Ketiga, menggunakan USDT untuk membeli saham token atau aset RWA yang mengikuti harga saham, ETF, atau aset global tertentu.

Tiga jalur ini sama-sama bisa memberi akses ke pasar Amerika, tetapi bentuk aset, biaya, perlindungan investor, pajak, dan risikonya berbeda. Membeli saham Apple, Microsoft, NVIDIA, Tesla, VOO, atau QQQ lewat broker bukan hal yang sama dengan membeli token yang mengikuti harga aset tersebut di platform crypto.

Karena itu, pertanyaan yang benar bukan hanya “cara beli saham Amerika dari Indonesia”, tetapi juga: lewat jalur apa, pakai Rupiah atau USDT, asetnya benar-benar saham atau hanya token, dan apa risikonya?

Artikel ini akan membahas semuanya secara bertahap, dari jalur broker tradisional sampai jalur saham token di HiBT.

Bab 1: Kenapa Orang Indonesia Makin Tertarik Beli Saham Amerika?

Pasar saham Indonesia tetap penting, tetapi tidak semua kebutuhan investasi bisa dipenuhi oleh IDX.

Di Bursa Efek Indonesia, investor bisa membeli saham bank, consumer goods, energi, komoditas, infrastruktur, properti, telekomunikasi, dan banyak emiten lokal. Namun, kalau kamu ingin ikut pertumbuhan AI, cloud computing, chip semikonduktor, software global, EV, digital advertising, atau ETF indeks global, pasar Amerika masih menjadi tujuan utama.

Saham seperti NVIDIA, Microsoft, Apple, Amazon, Tesla, Meta, dan Google bukan hanya perusahaan Amerika. Produk dan infrastrukturnya digunakan oleh masyarakat Indonesia setiap hari, mulai dari smartphone, laptop, cloud, AI tools, marketplace, iklan digital, sampai layanan internet.

IDX punya keterbatasan untuk investor kecil

Salah satu perbedaan besar antara saham Indonesia dan saham AS adalah sistem lot. Di IDX, saham di pasar reguler dan pasar tunai diperdagangkan dalam satuan round lot, yaitu 1 lot = 100 saham. Ini berarti investor kecil tidak selalu bisa membeli saham dengan nominal yang sangat fleksibel, terutama jika harga saham per lembar sudah tinggi.

Di sisi lain, banyak platform saham AS mendukung fractional shares. Artinya, investor bisa membeli pecahan saham dengan nominal kecil, misalnya mulai dari beberapa dolar. Ini membuat saham seperti Apple, Tesla, atau Amazon lebih mudah dijangkau oleh pemula.

Investor Indonesia juga mencari aset berbasis dolar

Alasan lain orang Indonesia tertarik pada saham AS adalah eksposur dolar. Jika Rupiah melemah terhadap dolar AS, aset berbasis dolar bisa membantu sebagian investor menjaga nilai portofolio dalam jangka panjang. Namun, ini juga berarti investor harus memahami risiko kurs USD/IDR.

Pada 2026, Rupiah sempat berada di bawah tekanan, dan Reuters melaporkan Rupiah melemah lebih dari 7% sepanjang 2026 hingga akhir Juli. Ini menunjukkan bahwa kurs bisa menjadi faktor besar dalam hasil investasi investor Indonesia, bukan hanya harga sahamnya saja.

Basis pengguna crypto Indonesia sangat besar

Indonesia juga punya basis pengguna crypto yang besar. Dalam paparan OJK pada awal 2026, jumlah konsumen aset kripto Indonesia tercatat mencapai 20,19 juta per Desember 2025.

Ini penting karena banyak investor Indonesia sudah terbiasa dengan Indodax, Pintu, Tokocrypto, USDT, transfer antar-wallet, dan transaksi crypto. Bagi kelompok ini, pertanyaan “beli saham AS pakai USDT bisa tidak?” terasa sangat natural.

Dari sinilah muncul jalur ketiga: saham token, tokenized stocks, dan RWA assets.

Bab 2: Apakah Orang Indonesia Bisa Membeli Saham AS?

Secara praktik, investor Indonesia punya beberapa jalur untuk mendapatkan eksposur ke saham AS. Jalurnya bisa melalui broker internasional, aplikasi lokal, atau platform aset digital yang menyediakan saham token dan aset RWA.

Namun, tiap jalur memiliki status, struktur, dan risiko yang berbeda. Karena itu, jangan menyamakan semuanya sebagai “beli saham Amerika”.

Jalur pertama: broker internasional

Broker internasional adalah pilihan yang paling dekat dengan konsep membeli saham AS secara tradisional. Misalnya, Interactive Brokers mencantumkan Indonesia dalam daftar negara dan wilayah yang tersedia untuk pembukaan akun.

Lewat broker internasional, kamu bisa membeli saham, ETF, obligasi, option, dan produk pasar global lain sesuai ketentuan broker. Kelebihannya adalah akses pasar lebih luas dan struktur aset lebih jelas. Kekurangannya adalah proses KYC, dokumen bahasa Inggris, transfer USD, dan urusan pajak bisa lebih rumit.

Jalur kedua: aplikasi lokal untuk saham AS

Beberapa aplikasi di Indonesia menyediakan akses ke saham AS lewat struktur kerja sama dengan pihak berizin. Misalnya, Pluang menyatakan bahwa produk US Stocks mereka memberi akses ke lebih dari 650 saham AS fraksional, dan layanan tersebut berada di bawah PT PG Berjangka sebagai pialang berjangka berizin yang diawasi OJK untuk produk derivatif berbasis efek.

Gotrade Indonesia juga memposisikan diri sebagai aplikasi fractional US stocks di Indonesia, dengan fitur mulai dari $1 dan akses ke ratusan saham dan ETF AS. App Store menyebut Gotrade Indonesia berada di bawah PT Valbury Asia Futures, pialang berjangka yang terdaftar dan diawasi OJK serta Bappebti.

Jalur ini cocok untuk pemula yang ingin pakai Rupiah, tidak ingin transfer SWIFT ke luar negeri, dan lebih nyaman dengan aplikasi berbahasa Indonesia.

Jalur ketiga: saham token dan RWA

Jalur ketiga adalah membeli saham token atau aset RWA dengan USDT. Ini bukan membeli saham AS secara tradisional, melainkan membeli token yang mengikuti, merepresentasikan, atau memberi eksposur terhadap harga saham, ETF, perusahaan privat, indeks, atau aset dunia nyata tertentu.

Investor.gov menjelaskan bahwa tokenized securities adalah instrumen keuangan seperti saham, obligasi, atau kepentingan fund yang direpresentasikan sebagai crypto asset di blockchain atau distributed ledger. Dalam model synthetic tokenized securities, investor bisa mendapatkan eksposur harga terhadap sekuritas referensi, tetapi tidak memiliki klaim langsung terhadap penerbit sekuritas tersebut.

Ini poin yang sangat penting: saham token bisa mengikuti harga saham, tetapi belum tentu memberikan hak yang sama seperti saham asli.

Status crypto di Indonesia

Crypto di Indonesia bisa diperdagangkan sebagai aset, tetapi tidak boleh digunakan sebagai alat pembayaran. Bank Indonesia sebelumnya menegaskan bahwa virtual currency seperti Bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah, dan penyelenggara sistem pembayaran dilarang memproses transaksi pembayaran menggunakan virtual currency.

Pada sisi pengawasan, Bappebti telah mengalihkan tugas pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital, termasuk aset kripto, kepada OJK dan BI sesuai mandat UU P2SK, dengan peralihan penuh paling lambat 10 Januari 2025.

Artinya, crypto di Indonesia bukan alat bayar, tetapi perdagangan dan pengawasannya berada dalam kerangka regulasi yang terus berkembang.

Bab 3: Jalur 1 — Buka Akun Broker Internasional dari Indonesia

Broker internasional cocok untuk investor yang ingin membeli saham dan ETF AS secara lebih langsung.

Jika kamu ingin membeli Apple, Microsoft, NVIDIA, Tesla, VOO, SPY, QQQ, atau ETF global lain dengan struktur broker tradisional, jalur ini adalah pilihan paling jelas.

Dokumen yang biasanya dibutuhkan

Untuk membuka akun broker internasional, kamu biasanya perlu menyiapkan paspor atau KTP, bukti alamat, informasi pajak, data pekerjaan, sumber dana, dan pengalaman investasi.

Bukti alamat sering menjadi kendala. Broker biasanya lebih menyukai dokumen resmi seperti bank statement, tagihan utilitas, atau dokumen alamat yang jelas dan bisa diverifikasi. Jika dokumen tidak berbahasa Inggris, tidak sesuai alamat, atau kurang jelas, proses KYC bisa tertunda.

W-8BEN untuk investor Indonesia

Investor Indonesia yang bukan warga atau residen pajak AS biasanya akan diminta mengisi Form W-8BEN. IRS menjelaskan bahwa W-8BEN digunakan oleh beneficial owner asing untuk menyatakan status non-AS dan, jika memenuhi syarat, mengklaim manfaat perjanjian pajak.

Indonesia memiliki tax treaty dengan Amerika Serikat. Direktorat Jenderal Pajak mencantumkan tarif treaty untuk Amerika Serikat, termasuk tarif dividen 15%. IRS juga menerbitkan dokumen tax convention AS–Indonesia yang menyebutkan dividen dari salah satu negara kepada residen negara lainnya dapat dikenakan pajak tidak melebihi 15% dari jumlah bruto dividen dalam ketentuan umum.

Namun, penerapan tarif treaty tetap bergantung pada broker, dokumen W-8BEN, status pajak, dan jenis income. Jangan menganggap semua dividen otomatis dipotong 15% tanpa memeriksa laporan broker.

Cara deposit ke broker internasional

Deposit biasanya dilakukan lewat transfer bank internasional atau SWIFT. Biayanya dapat mencakup biaya bank lokal, biaya bank perantara, spread kurs, dan waktu tunggu beberapa hari kerja.

Untuk investor kecil, biaya transfer ini bisa terasa mahal. Kalau kamu hanya ingin investasi $100 atau $200, biaya wire transfer bisa membuat jalur broker internasional kurang efisien.

Jalur ini lebih cocok jika kamu punya rencana jangka panjang, nominal investasi cukup besar, nyaman dengan dokumen Inggris, dan ingin akses paling luas ke pasar global.

Bab 4: Jalur 2 — Aplikasi Lokal Indonesia untuk Saham AS

Untuk pemula, aplikasi lokal sering terasa lebih mudah dibanding broker internasional.

Kamu bisa daftar lewat aplikasi, pakai interface Indonesia, setor dana dari bank lokal, dan mulai dari nominal kecil. Beberapa aplikasi juga mendukung fractional shares, sehingga kamu tidak harus membeli satu saham penuh.

Kenapa aplikasi lokal populer?

Alasan utamanya adalah kemudahan. Investor tidak perlu transfer SWIFT, tidak perlu terlalu banyak berurusan dengan dokumen luar negeri, dan bisa menggunakan Rupiah sebagai jalur awal.

Aplikasi lokal juga cocok untuk orang yang baru belajar saham AS. Jika tujuanmu hanya mulai memahami Apple, Tesla, Google, NVIDIA, atau ETF AS dengan dana kecil, aplikasi lokal bisa menjadi pintu masuk yang nyaman.

Apa kekurangannya?

Kekurangannya ada pada struktur produk, biaya tidak langsung, spread, pilihan saham yang mungkin lebih terbatas, dan mekanisme kustodian.

Kamu harus membaca dengan jelas apakah produk yang dibeli adalah saham fraksional, kontrak berbasis underlying, derivatif, atau struktur lain. Jangan hanya melihat nama sahamnya.

Pluang, misalnya, menjelaskan bahwa ketika pengguna memperdagangkan US Stocks, mereka melakukan perdagangan underlying assets di AS atas nama pengguna melalui struktur back-to-back contract, dan fractional share trading tersedia mulai dari $1.

Artinya, aplikasi lokal bisa praktis, tetapi investor tetap perlu memahami struktur hukumnya.

Siapa yang cocok memakai aplikasi lokal?

Aplikasi lokal cocok untuk pemula, dana kecil, pengguna yang takut bahasa Inggris, dan orang yang ingin top up dengan Rupiah.

Namun, untuk investor yang ingin kontrol lebih penuh, akses pasar lebih luas, biaya lebih transparan, atau portofolio besar jangka panjang, broker internasional tetap layak dipertimbangkan.

Bab 5: Kurs IDR/USD — Faktor yang Sering Dilupakan Investor Indonesia

Saat membeli saham Amerika dari Indonesia, hasil investasi tidak hanya ditentukan oleh harga saham. Kurs Rupiah terhadap dolar AS juga berpengaruh.

Misalnya, jika saham yang kamu beli naik 10%, sementara Rupiah melemah 3% terhadap dolar, maka dalam perhitungan Rupiah, keuntunganmu bisa terasa lebih besar. Sebaliknya, jika saham naik 10% tetapi Rupiah menguat terhadap dolar, keuntungan dalam Rupiah bisa lebih kecil.

Rupiah melemah: teman atau musuh?

Bagi investor yang sudah memegang aset dolar, Rupiah melemah bisa menguntungkan dalam nilai Rupiah.

Tetapi bagi investor yang baru akan membeli, Rupiah melemah berarti biaya masuk lebih mahal. Kamu harus mengeluarkan lebih banyak Rupiah untuk mendapatkan jumlah dolar atau USDT yang sama.

Jadi, Rupiah melemah bisa menjadi teman bagi pemegang aset dolar, tetapi menjadi biaya tambahan bagi investor yang sedang melakukan top up rutin.

IDR ke USD vs IDR ke USDT

Jika kamu memakai broker internasional, jalurnya biasanya IDR ke USD, lalu transfer ke broker.

Jika kamu memakai jalur crypto, jalurnya bisa IDR ke USDT lewat exchange lokal, lalu USDT ke platform aset digital seperti HiBT.

Kedua jalur punya biaya. Bank punya spread kurs dan biaya transfer. Exchange crypto punya spread order book, biaya trading, dan biaya withdraw jaringan.

Jika kamu sudah memegang USDT, jalur saham token bisa terasa lebih pendek. Kamu tidak perlu memulai dari Rupiah lagi untuk mendapatkan eksposur ke aset global.

Bab 6: Jalur 3 — Beli Saham Token dengan USDT di HiBT

Bagi pengguna crypto Indonesia, jalur ini paling menarik.

Jika kamu sudah punya USDT di Indodax, Pintu, Tokocrypto, wallet pribadi, atau exchange lain, kamu sebenarnya sudah berada satu langkah lebih dekat ke aset global berbasis token.

Namun, sekali lagi: saham token bukan saham asli.

Apa itu saham token?

Saham token adalah aset digital yang merepresentasikan atau mengikuti harga saham, ETF, perusahaan privat, indeks, atau aset dunia nyata tertentu. Dalam konteks RWA, token bisa digunakan untuk memberi eksposur terhadap aset yang biasanya ada di pasar tradisional.

Tetapi setiap token punya struktur berbeda. Ada yang berbasis underlying asset, ada yang sintetis, ada yang bergantung pada penerbit, ada yang hanya mengikuti harga, dan ada yang tidak memberi klaim langsung terhadap saham aslinya.

Sebelum membeli, pertanyaan paling penting adalah:

Apakah token ini didukung aset dasar?

Siapa penerbitnya?

Siapa kustodiannya?

Bagaimana harga dijaga agar mengikuti underlying?

Apakah ada hak dividen?

Apakah ada hak suara?

Apakah bisa redeem ke saham asli?

Apa yang terjadi jika platform bermasalah?

Jika jawaban ini tidak jelas, jangan perlakukan token tersebut seperti saham tradisional.

Cara mendapatkan USDT dari Indonesia

Pengguna Indonesia biasanya bisa mendapatkan USDT melalui exchange lokal yang mendukung deposit Rupiah, misalnya Indodax, Pintu, Tokocrypto, atau platform lain yang sesuai dengan regulasi dan kebijakan terbaru.

Alurnya sederhana: setor Rupiah lewat bank atau metode yang tersedia, beli USDT, lalu withdraw USDT ke wallet atau platform lain.

Pastikan kamu hanya menggunakan platform resmi, memeriksa biaya trading, dan memahami biaya withdraw.

Cara transfer USDT ke HiBT

Setelah memiliki USDT, kamu bisa mendaftar akun HiBT dan melakukan deposit USDT.

Bagian paling penting adalah memilih jaringan yang benar. USDT bisa berada di beberapa jaringan seperti TRC20, ERC20, BEP20, atau jaringan lain tergantung platform. Jaringan yang kamu pilih saat withdraw harus sama dengan jaringan deposit yang tersedia di HiBT.

Jika salah jaringan, dana bisa hilang atau sangat sulit dipulihkan.

Untuk pemula, sebaiknya lakukan test transfer dengan nominal kecil terlebih dahulu.

Cara mencari aset saham token di HiBT

Setelah USDT masuk ke akun HiBT, kamu bisa mencari aset token yang berhubungan dengan saham AS, ETF, private company exposure, atau aset RWA.

Jika kamu ingin memahami eksposur ke perusahaan privat terkenal seperti SpaceX, kamu bisa membaca panduan SPCX sebagai aset token yang terkait dengan eksposur SpaceX.

Jika kamu tertarik pada Nasdaq 100 dan produk berkarakter leverage, kamu bisa mempelajari TQQQB sebagai versi token dari ETF Nasdaq dengan leverage. Jenis aset seperti ini biasanya lebih volatil dan tidak cocok untuk pemula yang belum paham risiko leverage.

Jika kamu mengikuti tema AI, data center, chip jaringan, dan semikonduktor, kamu bisa membaca MVLLB sebagai aset token yang terkait dengan Marvell Technology. Ini relevan bagi investor yang sudah mengenal NVIDIA dan ingin memahami perusahaan infrastruktur AI lain.

Jika kamu ingin mempelajari siklus memory chip dan kebutuhan AI server, kamu bisa membaca MUUB sebagai aset token yang terkait dengan Micron.

Jika kamu ingin melihat contoh lain dari saham token dalam kategori RWA, kamu bisa mempelajari SNXXB sebagai contoh aset saham token berbasis RWA.

Jika kamu ingin memperluas pemahaman ke AI, DePIN, IoT, dan infrastruktur data dunia nyata, kamu bisa membaca GEOD sebagai aset DePIN dan RWA infrastructure.

Cara beli dan jual di HiBT

Setelah memilih aset, kamu bisa menggunakan market order atau limit order.

Market order lebih cepat, tetapi bisa terkena slippage jika order book tipis. Limit order membuat kamu bisa menentukan harga beli atau jual, tetapi order belum tentu langsung tereksekusi.

Untuk pemula, gunakan nominal kecil terlebih dahulu. Tujuannya bukan langsung mencari profit besar, tetapi memahami alur: deposit USDT, beli aset, jual aset, withdraw USDT, dan kembali ke Rupiah jika diperlukan.

Cara kembali ke Rupiah

Jika ingin keluar dari posisi, alurnya biasanya seperti ini: jual saham token di HiBT menjadi USDT, withdraw USDT ke exchange lokal, jual USDT menjadi Rupiah, lalu tarik ke rekening bank.

Periksa biaya jaringan, biaya trading, kurs USDT/IDR, dan batas withdraw sebelum melakukan transaksi besar.

Kenapa 7×24 menarik untuk investor Indonesia?

Pasar saham AS reguler berjalan pukul 9:30 pagi sampai 4:00 sore waktu Eastern Time. Nasdaq saat ini memiliki sesi pre-market, regular market, dan post-market, dengan regular market pada 9:30 a.m. sampai 4:00 p.m. ET.

Bagi pengguna Indonesia bagian barat, jam pasar utama AS biasanya jatuh sekitar malam hingga dini hari, kira-kira 20:30–03:00 WIB saat daylight saving time dan 21:30–04:00 WIB saat standard time.

Bagi karyawan atau pemula, ini tidak nyaman. Saham token atau aset RWA yang diperdagangkan lebih fleksibel bisa terasa lebih cocok dengan kebiasaan pengguna crypto.

Namun, ketika pasar saham AS sedang tutup, harga token bisa berbeda dari harga underlying karena faktor likuiditas, spread, dan permintaan di platform.

Bab 7: Pemula Indonesia Sebaiknya Beli Apa Dulu?

Pertanyaan “beli saham apa?” sering muncul, tetapi pertanyaan yang lebih sehat adalah: “bagaimana cara mulai dengan risiko yang masuk akal?”

Mulai kecil dan bangun core portfolio

Jika kamu mulai dari $100, pendekatan yang lebih masuk akal adalah membagi portofolio menjadi dua bagian.

Sebagian besar bisa diarahkan ke eksposur indeks luas seperti S&P 500. Sebagian kecil bisa digunakan untuk belajar saham teknologi atau aset tematik yang kamu pahami.

Misalnya, mayoritas untuk indeks luas dan sebagian kecil untuk saham atau token terkait AI, semikonduktor, cloud, atau RWA. Ini bukan rekomendasi, melainkan contoh cara berpikir agar tidak semua dana masuk ke satu aset berisiko tinggi.

S&P 500 vs Nasdaq 100

S&P 500 lebih luas karena mencakup banyak sektor besar di Amerika. Nasdaq 100 lebih berat ke teknologi dan growth stocks.

Jika kamu pemula, aset berbasis S&P 500 biasanya lebih cocok sebagai fondasi. Jika kamu percaya pada AI, cloud, chip, dan teknologi, Nasdaq 100 bisa menjadi bagian pertumbuhan, tetapi volatilitasnya perlu diperhatikan.

Saham teknologi yang familiar untuk orang Indonesia

NVIDIA sering menjadi nama pertama yang dicari karena AI dan GPU. Microsoft juga populer karena cloud, software, dan integrasi AI. Marvell dan Micron lebih spesifik ke infrastruktur data center, jaringan, memory, dan siklus semikonduktor.

Namun, jangan membeli hanya karena nama besar.

Periksa pertumbuhan revenue, margin, posisi kompetitif, kebutuhan pelanggan, valuasi, dan risiko siklus industri. Perusahaan bagus belum tentu sahamnya murah.

DCA cocok untuk gaji bulanan Rupiah

DCA, atau dollar-cost averaging, cocok untuk investor Indonesia yang menerima gaji dalam Rupiah.

Kamu bisa menyisihkan dana setiap bulan, mengubah sebagian ke USD atau USDT, lalu membeli aset secara bertahap. Dengan cara ini, kamu tidak harus menebak titik terendah pasar.

Untuk pemula, disiplin lebih penting daripada prediksi.

Bab 8: Pajak dan Kepatuhan untuk Investor Indonesia

Bagian pajak tidak boleh diabaikan, terutama jika portofolio mulai besar.

Dividen saham AS

Secara umum, investor asing bisa terkena withholding tax atas dividen saham AS. Untuk Indonesia, tax treaty AS–Indonesia mencantumkan tarif dividen umum 15%, tetapi penerapannya bergantung pada dokumen, status investor, broker, dan jenis pendapatan.

Form W-8BEN biasanya dibutuhkan untuk mengklaim status non-AS dan manfaat treaty jika memenuhi syarat. Namun, investor tetap harus memeriksa laporan broker, karena praktik pemotongan bisa berbeda tergantung produk dan platform.

Penghasilan luar negeri dan SPT

Indonesia menganut prinsip pajak atas worldwide income untuk wajib pajak dalam negeri. DJP menjelaskan bahwa objek pajak penghasilan mencakup tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak, baik dari Indonesia maupun luar Indonesia.

Artinya, keuntungan dari investasi luar negeri, dividen, atau penghasilan lain dapat relevan untuk pelaporan pajak di SPT Tahunan, tergantung status dan kondisi investor. Untuk detail perhitungan, sebaiknya konsultasikan dengan konsultan pajak Indonesia.

Jangan menggunakan klaim seperti “tidak perlu lapor” atau “pasti bebas pajak”. Pernyataan seperti itu berisiko dan tidak bertanggung jawab.

Pajak crypto

PMK 68/PMK.03/2022 menetapkan bahwa penyerahan aset kripto merupakan objek PPN dan penghasilan dari perdagangan aset kripto merupakan objek PPh.

Pada 2025, Reuters melaporkan Indonesia menaikkan tarif pajak transaksi crypto mulai 1 Agustus, dengan penjual aset kripto di exchange domestik dikenakan 0,21% dari nilai transaksi, sementara transaksi melalui exchange luar negeri dikenakan 1%; pembeli tidak lagi dikenakan PPN dalam aturan baru tersebut.

Ini penting untuk jalur HiBT. Jika kamu menggunakan platform luar negeri, dampak pajak, pencatatan transaksi, dan kewajiban pelaporan perlu diperhatikan. Simpan catatan deposit, withdraw, order, harga beli, harga jual, dan konversi ke Rupiah.

Bab 9: Risiko Investasi untuk Investor Indonesia

Semua jalur punya risiko. Broker internasional, aplikasi lokal, dan saham token tidak bebas risiko.

Risiko kurs IDR/USD

Jika Rupiah melemah, portofolio berbasis dolar bisa terlihat naik dalam Rupiah. Tetapi jika kamu baru ingin masuk, biaya pembelian aset dolar menjadi lebih mahal.

Jika Rupiah menguat, hasil investasi dalam dolar bisa berkurang saat dikonversi ke Rupiah.

Karena itu, investor Indonesia harus melihat dua hal sekaligus: harga aset dan kurs.

Risiko pasar

Saham AS bisa turun. ETF juga bisa turun. Saham teknologi dan AI bisa sangat volatil.

Jika kamu berinvestasi pada indeks luas untuk jangka panjang, penurunan pasar bisa menjadi bagian normal dari perjalanan. Tetapi jika kamu membeli saham tunggal, token leverage, atau aset tematik berisiko tinggi, penurunan besar bisa merusak portofolio.

Risiko platform

Broker internasional yang merupakan anggota SIPC dapat memberikan perlindungan tertentu jika broker gagal dan aset nasabah hilang. SIPC menyebut perlindungan hingga $500.000, termasuk batas $250.000 untuk cash, tetapi SIPC tidak melindungi kerugian karena harga sekuritas turun.

Aplikasi lokal dan platform tokenized stocks memiliki struktur yang berbeda. Kamu harus memahami siapa kustodian aset, siapa pihak lawan transaksi, bagaimana aset disimpan, dan apa yang terjadi jika platform mengalami masalah.

Risiko regulasi

Regulasi crypto Indonesia masih berkembang setelah pengawasan aset keuangan digital dan aset kripto dialihkan ke OJK dan BI.

Perubahan aturan bisa memengaruhi exchange, pajak, aset yang bisa diperdagangkan, dan proses deposit atau withdraw. Jangan menganggap kondisi hari ini akan selalu sama.

Risiko likuiditas saham token

Saham token bisa memiliki likuiditas lebih rendah daripada saham asli di bursa AS. Jika order book tipis, kamu bisa terkena spread besar atau sulit keluar dari posisi dengan harga yang diinginkan.

Ini terutama penting untuk aset kecil, token baru, atau produk tematik yang belum ramai.

Risiko hak kepemilikan

Jika kamu membeli saham asli lewat broker, kamu mungkin memiliki hak tertentu sebagai pemegang saham sesuai struktur broker dan kustodian.

Jika kamu membeli saham token, kamu mungkin tidak memiliki hak suara, tidak menjadi pemegang saham terdaftar, tidak menerima dividen langsung, dan tidak mendapat perlindungan seperti rekening broker tradisional.

Ini adalah perbedaan paling penting antara saham asli dan saham token.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Cara Beli Saham Amerika dari Indonesia

Apakah orang Indonesia bisa investasi saham AS?

Bisa melalui beberapa jalur, seperti broker internasional, aplikasi lokal yang menyediakan akses ke saham AS, atau platform saham token dan RWA. Namun, setiap jalur memiliki struktur, biaya, pajak, dan risiko berbeda.

Apa aplikasi terbaik untuk beli saham AS di Indonesia?

Tidak ada satu aplikasi terbaik untuk semua orang. Jika kamu pemula dan ingin pakai Rupiah, aplikasi lokal bisa lebih mudah. Jika kamu ingin akses pasar global lebih luas, broker internasional lebih fleksibel. Jika kamu sudah punya USDT, saham token di platform seperti HiBT bisa menjadi jalur yang layak dipelajari.

Bisa beli saham AS pakai USDT di Indonesia?

Bisa mendapatkan eksposur ke saham AS melalui saham token atau aset RWA menggunakan USDT. Namun, ini bukan membeli saham asli seperti di broker. Kamu membeli token yang mengikuti atau merepresentasikan aset tertentu, tergantung struktur produk dan aturan platform.

Apakah saham token sama dengan saham asli?

Tidak sama. Saham asli biasanya memberikan struktur kepemilikan melalui broker dan kustodian. Saham token bisa hanya memberi eksposur harga, tanpa hak suara, tanpa status pemegang saham terdaftar, dan tanpa perlindungan investor seperti rekening broker tradisional.

Berapa modal awal untuk beli saham Amerika?

Jika memakai aplikasi yang mendukung fractional shares, kamu bisa mulai dari nominal kecil, bahkan sekitar $1 di beberapa platform. Jika memakai broker internasional, modal kecil bisa kurang efisien karena biaya wire transfer. Jika memakai USDT dan saham token, modal awal bisa lebih fleksibel, tetapi risiko platform dan likuiditas harus diperhatikan.

Bagaimana pajak keuntungan saham AS di Indonesia?

Wajib pajak dalam negeri Indonesia pada prinsipnya dikenakan pajak atas penghasilan dari dalam dan luar Indonesia. Dividen saham AS dapat terkena withholding tax di AS, dan penghasilan investasi luar negeri dapat relevan untuk pelaporan SPT. Untuk situasi pribadi, sebaiknya konsultasikan dengan konsultan pajak.

Apakah crypto legal di Indonesia?

Crypto dapat diperdagangkan sebagai aset dalam kerangka regulasi yang berlaku, tetapi tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah. Pengawasan aset kripto telah dialihkan dari Bappebti ke OJK dan BI, dan aturan masih terus berkembang.

Kesimpulan: Pilih Jalur yang Sesuai dengan Profilmu

Pada 2026, cara beli saham Amerika dari Indonesia tidak hanya satu.

Jika kamu ingin struktur paling tradisional dan akses pasar luas, broker internasional adalah jalur utama. Jika kamu ingin mulai dari Rupiah, aplikasi lokal bisa lebih mudah. Jika kamu sudah punya USDT dan terbiasa dengan crypto, saham token dan aset RWA di HiBT bisa menjadi jalur ketiga untuk mendapatkan eksposur ke aset global.

Namun, jangan mencampuradukkan semuanya.

Saham asli, ETF, fractional shares, kontrak berbasis underlying, saham token, dan aset RWA bisa terlihat mirip di aplikasi, tetapi hak, risiko, pajak, dan perlindungannya berbeda.

Sebelum membeli, tanyakan lima hal:

Apa sebenarnya aset yang saya beli?

Apakah saya punya hak sebagai pemegang saham?

Bagaimana uang masuk dan keluar?

Bagaimana pajaknya?

Apa yang terjadi jika platform, pasar, kurs, atau regulasi berubah?

Jika kamu bisa menjawab pertanyaan itu, kamu tidak hanya tahu cara beli saham Amerika dari Indonesia. Kamu juga lebih siap memilih jalur investasi yang sesuai dengan kebutuhan, modal, dan toleransi risiko kamu.

Pernyataan penyangkalan:

1. Konten informasi ini bukan saran investasi. Investor harus mengambil keputusan sendiri dan menanggung risikonya.

2. Hak cipta artikel ini milik penulis asli dan hanya mewakili pandangan penulis, bukan pandangan atau posisi Hibt.